Doa Nabi Daud AS dalam mencari cinta sejatinya
Ya Allah, Dzat yang karena cinta lalu menciptakan semesta dan manusia. Aku tidak pernah meminta sepercik cinta-pun untuk mencintai ciptaan. Seperti gemericik air pancuran di waktu subuh nan dingin. Engkau berikan aku cinta yang demikian menghebat. Dan kali ini aku memohon sepercik cintanya untuk cintai ciptaan-Mu.
Ya Allah, Engkau telah beri aku rasa padanya. Karena Engkau telah beri aku rasa rasa cinta kepadanya, maka berikan pula dia rasa cinta kepadaku. Jika Engkau tidak memberikan dia rasa cinta kepadaku, maka jangan biarkan hamba-Mu ini melupakan-Mu karena harus mengingat-ingat hamba-Mu yang kucintai.
(lagi…)
aku diantara rokit dan atit
aku diantara malaikat dan iblis
aku diantara surga dan neraka
aku diantara kamu dan mereka
aku diantara hidup dan mati
aku diantara darah dan daging”
” R a b i t h a h ” ( Doa Pengikat Hati )
Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
saat terakhir
hari ini adalah hari terakhir aku bersamamu
hari terakhir aku bisa memelukmu dalam diam
hari dimana aku bisa menghentikan waktu hanya denganmu
hari dimana aku tidak akan peduli dengan hari esok
seandainya esok yang kulalui harus berat,… aku harus kuat karena esok kau akan pergi
tanpa bicarapun aku tahu ini saat trakhir kita akan kubrikan seluruh waktuku untukmu di hari ini
,…. menikmati kesakitan ini
Sejenak batinku berkelana menelusuri kepingan-kepingan masa lalu
Kenangan manis yang tak kuasa untuk aku lupain begitu saja
Begitu mendalam, begitu lembut
Aih, indahnya menyimak kembali kisah cinta bak manis madu
Hanya senyuman kebahagiaan yang selalu tergambar di hari-hari itu
Namun siapa yang sangka seraut kekecewaan memeluk kegelisahanku
Mematuk ketidakberdayaan pada kenyataan yang tak bisa kuelak
Helaian hembus angin tak mampu redamkanku dari sebuah kesakitanku
Seribu bintang di langit tak mampu damaikan gemuruh hatiku yang berpacu
Sejuta khayalku bersamamu telah terkoyak
Sakit hatiku bertarung benci
Separuh hatiku kuingin kau mati saja
Biar tak lagi kuingat kenangan manis bersamamu
Biar tak lagi kurengkuh kekecewaanku
Biar tak lagi kubayangkan seraut wajahmu di setiap jengkal langkahku
Kupejamkan mataku sampai habis air mataku
Tergugu aku dalam kesendirianku, kesepianku
Aku terdiam membisu
Mencintaimu adalah luka bagi ku
Seperti senja yang tergantikan pekat malam
Mencintaimu hingga kini adalah berjalan di atas luka
mencari – cari sekedar obat penghibur hati
mencintaimu hingga kini adalah mengikat diri
dingin tak terperi menahan raga ku tak bisa berlari
Entah indah, entah salah
karna mencintaimu adalah ego ku yang menyembah kaki amarahmu
karna mencintaimu adalah menghalalkan segala jenis dusta-dusta dari mulutmu
Padahal mencintai ku mungkin tak pernah kau lakuakn
meski salah, dusta kadang tampak indah
kau rajutkan pelangi semu di hari berwarna abu-abu
kau gantungkan asa
hingga aku nyaris mati disana…
